Jokowi di Palembang, Massa Kepung Istana Tuntut DPR Adakan Sidang Istimewa Cabut Mandat Jokowi


POSMETRO INFO - Aliansi Tarik Mandat (ATM) Jokowi-JK yang berjumlah ribuan menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10).       

Aksi yang berlangsung hingga lepas maghrib itu sempat menimbulkan kericuhan dengan pihak kepolisian, yang berbuntut penangkapan terhadap delapan aktivis ATM berikut seorang wartawan. Mereka yang ditangkap digiring ke Mapolda Metro Jaya.

"Momentum peringatan Soempah Pemuda ini, ATM melakukan tuntutan kepada pihak DPR guna penyelenggaraan Sidang Istimewa MPR terkait pencabutan mandat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla," ujar Karman BM, Presidium Aliansi Tarik Mandat, dalam rilis yang diterima redaksi Rakyat Merdeka Online Sumsel, Jumat (29/10).

ATM mendesak DPR/MPR RI untuk meluruskan kiblat bangsa dengan melakukan amandemen UU 1945 kepada sebelumnya (pra amandemen), termasuk memutuskan langkah nasionalisasi aset-aset bangsa yang dikuasai asing.

"Meski menghadapi sikap represif aparat keamanan dan penangkapan sejumlah rekan kami, Kami tidak akan pernah surut dalam mengupayakan aksi-aksi lanjutan," ungkapnya.

ATM tetap fokus pada pengepungan Gedung DPR sampai dapat digelar Sidang Istimewa MPR, sebagai wujud pelaksanaan aspirasi rakyat untuk menurunkan Jokowi-JK.

Sementara itu,  Gerakan Buruh Siap Kepung Istana, Jumat besok (30/10) akan terus bergelombang menggelar  aksi unjuk rasa. Bentuk perlawanan elemen buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Upah (KAU) terhadap pemerintahan kian tak terbendung.

Demikian rilis yang diterima redaksi dari Arief Poyuono, Ketua FSP BUMN Bersatu, Kamis (29/10).

Kata dia, PP Pengupahan No 78 /2015  yang baru disahkan oleh Presiden Jokowi awal pemiskinan bagi buruh Indonesia. 

"Bagaimana tidak, pendapatan buruh Indonesia yang berbasis Upah minimum hanya sebesar 1,1 juta-2,9 juta, akan makin jauh tertinggal dari negara-negara lainnya seperti Filipina, Thailand, Cina yang upahnya telah mencapai 3,5-4 jutaan," paparnya.

PP 78 ditolak kaum bukan hanya pada kontennya, melainkan pada proses penetapanya yang tidak melibatkan aspirasi kaum buruh.

Melalui PP Pengupahan no 78 penetapan upah minimum oleh Gubernur/ Bupati tidak lagi menggunakan acuan utama yang diatur  dalam pasal 84 ayat 4 UU Ketengakerjaan No 13/2013 yakni Gubernur/Bupati menetapkan upah minimum berdasarkan rekomendasi dewan pengupahan berbasis survey Kebutuhan hidup layak (KHL) dan angka pertumbuhan ekonomi serta produktivitas dan tentu saja angka inflasi.

"Survei  KHL yang dilakukan berdasarkan survei KHL di tahun sebelumnya," imbuhnya.

Pemerintah Jokowi- JK harusnya merespon keinginan buruh merevisi KHL. Bukan  malah menghilangkan komponen KHL dalam formula penetapan kenaikan upah minimum. 

"Melalui PP 78 ini, kenaikan upah hanya berdasar angka pertumbuhan ekonomi dan angka inflasi saja tidak lebih 10-11% ( inflasi 6%, pertumbuhan ekonomi 5%)," tandasnya. [rmolsumsel]
Like and Follow: BACA JUGA:

$hide=mobile

loading...

$show=mobile

loading...

$hide=home

Loading...
Nama

Agama Ahok alam Alien anak Anime aparat Aplikasi Aremania Ariel Noah as asia Asusila baim wong bali banjir BBM begal Bencana Berita bigbang Bisanis Bisnis BNN boyband Budaya CBR250RR Daerah Dedy Corbuzier diplomasi diplomatik Donald Trump Download dpr dprd Ecommerce Ekonomi Elly Sugigi Emas Energi EXO F1 Facebook Fadli Zon Farhat Abbas Ferrari fifa Film Foto FPI Freeport gadget Game Gempa GMT Gojek Google hacking Haji HAM Headline heboh hewan hiburan Honda Hukum humor Ibadah iklan ilmiah info informasi inspirasi Internasional International Inul Daratista isis Islam israel istana Jakarta Jambi Jepang Jessica Iskandar Jokowi judi Jurnalis Jusuf Kalla Kampus kartini kasus KDRT keamanan kebijkan kecelakaan kepolisian kesehat Kesehatan keuangan khazanah kiamat Kisah konsultasi korea Korupsi Koruptor KPK kpop Kriminal kristen Kuliner Laptop Lazada lembaga hukum lgbt Life Style Limapuluh Kota Lion Air Lowongan Lucu luhu mahasiswa Maia Estianty makanan Makro MAMA2015 Mataharimall megapolitan mesum metromini Militer Minangkabau Miss Indonesia MKD Mobil motogp Muallaf mudik Mulan Jameela Music Music Video Nabila Syakieb narkoba Nasehat Nasional News Nikita Mirzani obama OKI Olahraga Olimpiade Otomotif otomotof padang Pahlawan pajak palestina Pandangan Politik papua parawisata Pariwisata Path payudara pekerjaan Pembangunan Pemerintah Pemerintahan pemerkosaan pemilu pencabulan Pencitraan penculikan pencurian Pendidikan pengetahuan penggusuran Peradaban perang peraturan Peristiwa pertahanan pertambangan Pesawat pilgub Pilkada pns poli polisi Politik polling Prabowo prostitusi Puty Revita Ragam ramadhan reklamasi Resonasi Riau RJ Lino Rumah Kaca rusia sastra Sehat sejarah sekolah Selebriti sepak bola setnov Setya Novanto Sex siyono skandal Sosial sport Star Wars Studi Style Suara Publik SumBar taeyang Teknologi tenaga kerja Terbang Tere Liye Terorisme Tips TKW TNI tokoh traveling tren turki TV Online Twitter Uang Unik Video Video Lucu Voice Of Freedom Wacana Wawancara Wisata XL Yesus Youtube yusril Zodiak
false
ltr
item
POSTMETRO.CO | Portal Media Independen: Jokowi di Palembang, Massa Kepung Istana Tuntut DPR Adakan Sidang Istimewa Cabut Mandat Jokowi
Jokowi di Palembang, Massa Kepung Istana Tuntut DPR Adakan Sidang Istimewa Cabut Mandat Jokowi
"Meski menghadapi sikap represif aparat keamanan dan penangkapan sejumlah rekan kami, Kami tidak akan pernah surut dalam mengupayakan aksi-aksi lanjutan," ungkapnya
http://2.bp.blogspot.com/-noM9F91eIF4/VjIiKJ-3AtI/AAAAAAAAEqI/Zp4HGedW0tc/s400/ATM%2BKEPUNG%2BISTANA.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-noM9F91eIF4/VjIiKJ-3AtI/AAAAAAAAEqI/Zp4HGedW0tc/s72-c/ATM%2BKEPUNG%2BISTANA.jpg
POSTMETRO.CO | Portal Media Independen
http://www.posmetro.info/2015/10/jokowi-di-palembang-massa-kepung-istana.html
http://www.posmetro.info/
http://www.posmetro.info/
http://www.posmetro.info/2015/10/jokowi-di-palembang-massa-kepung-istana.html
true
4338833997653087391
UTF-8
Tulisan tidak ditemukan INDEX Baca selengkapnya Balas Batalkan Hapus oleh Home HALAMAN Lihat Semua BACA JUGA: TOPIK ARSIP CARI SEMUA TULISAN Pencarian Anda tidak ditemukan Kembali ke Halaman Utama Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu lalu Pengikut Ikuti KONTEN INI PREMIUM Bagikan untuk membuka kunci Copy Semua Kode Pilih Semua Kode Kode berhasil dicopy Kode tak bisa dicopy, silahkan tekan [CTRL]+[C] (atau CMD+C di Mac) untuk meng-copy