logo

Kamis, 05 November 2015

Sudah Marahi Menteri tapi Masih Saja Gaduh, Pertanda Jokowi tak Dianggap sebagai Presiden

Sudah Marahi Menteri tapi Masih Saja Gaduh, Pertanda Jokowi tak Dianggap sebagai Presiden


POSMETRO INFO - Para menteri di Kabinet Kerja, yang berpolemik di media massa menjadi bukti bahwa sejumlah menteri tidak menghargai Joko Widodo sebagai presiden. Bahkan ada sejumlah menteri yang menganggap Jokowi bukan presiden.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Zainal Abidin kepada intelijen (04/11). “Kemarahan Jokowi yang meminta para menteri tidak membuat gaduh, menjadi pertanda, mantan Wali Kota Solo itu tidak dianggap sebagai Presiden. Kejadian seperti itu tidak ada di era SBY bahkan Gus Dur,” ungkap Zainal Abidin.

Zainal pesimis perintah Jokowi itu akan dijalankan para menteri. “Permintaan Jokowi itu akan tetap diabaikan beberapa menteri. Lihat saja setelah ada peringatan dari Presiden Jokowi, masih tetap saja gaduh,” ungkap Zainal.

Menurut Zainal, kegaduhan itu bukan karena para menterinya yang “salah”, tetapi sosok Jokowi yang dianggap kurang berwibawa dan tegas. “Ketegasan Jokowi masih dipertanyakan. Buktinya beberapa pejabat setingkat Direktur BUMN saja berani melawan seorang menteri yang juga anggota kabinet,” beber Zainal.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumpulkan para menteri dalam rapat paripurna kabinet di Kantor Presiden, Senin (02/11). Saat membuka rapat, Presiden memperingatkan para menteri agar tak sembarang bicara sehingga membuat gaduh.

Presiden Jokowi mencontohkan, apabila ada perbedaan pendapat terkait suatu kebijakan, harus disampaikan dalam rapat internal. Jangan sampai, perbedaan itu justru disampaikan di luar rapat ketika keputusan sudah diambil.

“Silakan menyampaikan kalau setuju atau tidak setuju itu dalam rapat. Jangan sampai, sudah diputuskan dalam rapat, di luaran masih ada yang berbunyi tidak setuju,” tegas Jokowi. [itl]

Loading...
under construction
loading...