DPR : Terorisme Lahir karena Ketidakadilan Liberalisme - POSMETRO INFO | Portal Media Independen
logo

DPR : Terorisme Lahir karena Ketidakadilan Liberalisme

DPR : Terorisme Lahir karena Ketidakadilan Liberalisme

POSMETRO INFO - Anggota Komisi III DPR RI Achmad Basarah mengatakan radikalisme dan terorisme muncul karena adanya ketidakadilan dari sistem liberalisme.

"Radikalisme muncul saat negara blok barat telah menguasai blok timur, negara-negara timur merasa adanya ketidakadilan," kata Achmad, di Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Dia mengatakan masa ini, musuh Indonesia tidak hanya radikalisme dan juga terorisme tetapi juga neoliberalisme.

Menurut dia liberalisme datang dari individualisme yang mengagung-agungkan kebebasan, liberalisme itulah menjadi jalan bagi kaum kapitalis untuk memanfaatkan semua sumber daya demi kepentingan pribadi.

"Produk dari kapitalisme itu adalah konsumerisme dan hedonisme yang akhirnya banyak orang yang terjebak dalam gaya hidup tersebut memilih jalan pintas untuk korupsi," kata dia.

Akibat kapitalisme yang menguasai dunia adalah adanya gerakan fundamental, salah satunya adalah radikalisme.

"Ini adalah aksi reaksi, aksinya adalah liberalisme dan reaksinya ada kelompok radikalisme yang tidak senang dengan hal tersebut," kata dia.

Dia mengatakan kapitalisme adalah musuh nyata karena telah menguasai aspek-aspek penting di dalam negeri demi kepentingannya sehingga menggerus rakyat kecil.

Indonesia sesungguhnya telah mempunyai antitesa dari liberalisme dan radikalisme yaitu Pancasila.

"Pancasila itu lebih mulia dari paham yang dianut oleh bangsa barat, karena ada unsur keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, lebih mulia dari komunisme karena ada sila ketuhanan yang maha esa, dan lebih baik dari khilafah karena ada persatuan Indonesia," kata dia.

Dia mengatakan mencintai negara termasuk bagian dari iman, untuk menanggulangi bahaya terorisme tidak dapat dilawan dengan kekerasan tetapi dengan ideologi Pancasila.(ts)
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact