logo

Sabtu, 04 Agustus 2018

Ketua Asosiasi Umat Buddha Cina Dituduh Paksa Biksu Perempuan Berhubungan Seks

Ketua Asosiasi Umat Buddha Cina Dituduh Paksa Biksu Perempuan Berhubungan Seks


posmetroinfo - Ketua Asosiasi Umat Buddha Cina membantah tuduhan bahwa dia telah melakukan pelecehan seks terhadap sejumlah biksu perempuan dan memaksa mereka melakukan hubungan seks dengan "mengendalikan pikiran".

Tuduhan kepada biksu Xuecheng dilayangkan ke pemerintah Cina oleh dua biksu dari kuil Longquan tempat yang bersangkutan bertugas.

Dalam pernyataan ke jejaring sosial Weibo, pengurus kuil di pinggiran Kota Beijing itu menyatakan akan membentuk tim investigasi untuk menindaklanjuti tuduhan tersebut.

Namun, pada saat bersamaan, pihak pengurus kuil menegaskan bahwa Xuecheng telah membantah dan bukti tuduhan yang diajukan "dibuat-buat".

Adapun dua biksu yang melaporkan Xuecheng disebut "punya niat buruk untuk menjebak biksu Xuecheng secara keji".

Laporan yang dibuat biksu Xianjia dan Xianqi menuduh biksu Xuecheng secara diam-diam mengirim pesan kepada sejumlah biksuni (biksu perempuan) dan memaksa mereka berhubungan seks.

Mereka menuding Xuecheng berupaya atau mengancam setidaknya enam biksuni untuk berhubungan seks. Empat biksuni akhirnya menuruti, sebut laporan itu.

'Kendalikan pikiran'

Xuecheng juga dituduh mengirim pesan teks untuk "mengendalikan pikiran" biksuni dengan mengklaim bahwa seks adalah bagian dari kajian doktrin-doktrin Buddha.

Dokumen setebal 95 halaman yang dibocorkan ke dunia maya itu juga menuliskan bahwa salah satu biksuni telah melaporkan kasusnya ke polisi, Juni lalu. Biksuni itu menuding Xuecheng telah melakukan penyerangan seksual.

Menurut pengakuan Xianjia dan Xianqi, penyelidikan soal perilaku Xuecheng mulai dilakukan setelah seorang biksuni yang bermukim di Beijing pada Desember 2017 memperlihatkan pesan bernada seks dari Xuecheng.

"Kuil Longquang berada dalam kendalinya. Xuecheng memanipulasi murid-murid untuk melayani 'kerajaan Buddha' versinya," sebut mereka.

Xuecheng telah diinterogasi namun telah dibebaskan, menurut sebuah sumber kepada media pemerintah the Global Times.

Laporan mengenai tuduhan terhadap Xuecheng sempat beredar di media sosial Cina, namun kini tampaknya sudah dihapus dan disensor.

Kepada BBC, biksu Xianqi mengamini bahwa dia turut menulis laporan tuduhan terhadap Xuecheng, namun dia menolak permintaan wawancara.

Dia mengklaim dirinya "tidak tahu" bagaimana laporan tersebut bisa bocor ke internet dan sejatinya dia tidak berencana menerbitkannya untuk konsumsi umum.

Gerakan #MeToo, yang gempar di Amerika Serikat tahun lalu, mulai berlangsung di Cina.

Biksu Xuecheng adalah figur sohor terkini yang dituduh melakukan pelecehan seksual. Di Weibo, pengikutnya mencapai lebih dari satu pengguna.

Tak hanya itu, dia merupakan sosok termuda yang mengemban jabatan ketua Asosiasi Umat Buddha Cina. Xuecheng juga merupakan penasihat politik pemerintah.

Pada Januari lalu, seorang akademisi menuduh seorang profesor melakukan pelecehan seks. Sang profesor belakangan dipecat.

Selanjutnya, seorang jurnalis veteran, seorang pendiri lembaga amal, dan seorang akademisi lainnya menjadi orang-orang yang menerima tuduhan serupa. [bbc]

Loading...
under construction
loading...