logo

19 Jun 2018

Netizen RI Kecam Kontes Kartun Nabi Muhammad oleh Geert Wilders

Netizen RI Kecam Kontes Kartun Nabi Muhammad oleh Geert Wilders


posmetroinfo - Politisi Belanda Geert Wilders kembali membuat ulah yang memicu kemarahan umat Islam, terutama Muslim di Indonesia. Pria berambut putih itu mengumumkan kontes kartun Nabi Muhammad di Parlemen Belanda.

Pemimpin Partai Kebebasan (PVV) itu mengumumkan kontes tersebut di semua akun media sosial miliknya pekan lalu, sehari sebelum hari raya Idul Fitri. Semua kartunis dari seluruh dunia berhak mengikutinya, kata Wilders.

"Untuk pertama kalinya, kontes kartun Muhammad akan diadakan di gedung parlemen. Saya akan mengumumkan tanggalnya segera," tulis politisi berusia 54 tahun ini di Instagram miliknya.

Pada Senin (18/6), Wilders melalui Twitter mengaku telah menerima lebih dari 100 kartun Nabi Muhammad. Dia juga mengumumkan, kontes akan digelar pada akhir tahun ini di ruang PVV di gedung parlemen Belanda.

PVV seperti dikutip Reuters mengaku kontes ini telah direstui penyelenggaraannya oleh Badan Anti-Terorisme Belanda, NCTV. Kartunis Amerika Bosch Fawstin, pemenang kontes serupa di Texas pada 2015, disebut akan menjadi jurinya.

Sontak rencana Wilders ini menuai kecaman dari para netizen di seluruh dunia, di antaranya yang terbanyak berasal dari Indonesia, dicirikan dari komentar menggunakan Bahasa. Di Instagram, postingan Wilders menuai lebih dari 19 ribu komentar.


"Anda tidak lebih dari seorang pemikir dangkal yang tolol," ujar angga_shields.

"Percayalah... Orang ini sakit dan tidak memiliki agama. Doakan saja dapat hidayah. Dia butuh liburan.. Liburan ke neraka sepertinya. Aamiiin," tulis ndaruladuni.

"Semoga Allah melaknatmu dan memberikan hukuman yang setimpal dan segera untukmu," ujar bunda_anit.

"Astagfirulloh, Semoga cepet2 dikasih azab nih orang," kata aly_hambali.

Wilders memang dikenal sebagai politisi anti-Islam yang tidak segan menunjukkan kebenciannya. Pada 2008, dia memproduksi film berjudul "Fitna" yang berisikan penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad.

Partainya, PVV, juga kerap menyuarakan sikap Islamofobia, mengatakan bahwa Islam tidak selaras dengan sekulerisme demokrasi dan kebudayaan Eropa. PVV yang menempati posisi ketiga dalam pemilu Maret lalu juga menyuarakan penolakan terhadap publikasi Al-Quran di Belanda.

Bagi umat Islam, segala macam penggambaran dan ilustrasi Nabi Muhammad adalah hal yang tabu dan terlarang. Tindakan tersebut tidak jarang memicu pergolakan di seluruh dunia.



Pada 2005, kartun Nabi di koran Denmark memicu protes berujung rusuh di banyak negara-negara Muslim. Pada 2015, kantor majalah Charlie Hebdo di Prancis yang memuat sampul kartun Nabi diserbu gerombolan bersenjata, menewaskan 12 orang.

Kendati semua peristiwa tersebut, Wilders mengaku tetap akan mengadakan kontes itu. Dia berdalih atas nama kebebasan berekspresi.

"Kebebasan berekspresi terancam, terutama soal kritikan terhadap Islam. Kita tidak boleh menerimanya. Kebebasan berekspresi adalah kebebasan paling penting," kata Wilders di Twitternya.


Menanggapi kontes ini, tidak hanya kecaman yang berdatangan dari netizen tanah air, tetapi juga doa dan ucapan baik.

"kita semua umat Islam doakan bersama semoga dia dapat hidayah," tulis mahesajymari.

"Semoga Allah segera memberikanmu hidayah untuk bertaubat sebelum nyawa berpisah dari raga (kematian menghampirimu) Aamiin," ujar nurfullah.

Sementara akun fitanurcahyani_, mengatakan: "Justru hal seperti inilah yang akan memperkuat agama Islam dan menyatukan kembali Islam yang pernah terpecah belah, selalu ada hikmah di balik ini semua. Doakan saja yang terbaik." [kumparan]

Loading...
under construction
loading...