logo

27 Jul 2018

Ahok Dukung Jokowi, Bakal Senasib dengan Djarot dan Puti?

Ahok Dukung Jokowi, Bakal Senasib dengan Djarot dan Puti?


posmetroinfo -  Basuki Tjahaja Purnama, terpidana kasus penodaan agama, masih menjadi magnit politik di tanah air. Melalui politik secarik kertas, Ahok kerap mendukung kandidat dalam kontestasi politik seperti Pilkada. Kali ini, Ahok mendukung Jokowi dua periode, apa efeknya?

Politik secarik kertas ala Ahok saat pelaksanaan pilkada serentak pada akhir Juni 2018 diulangi kembali dalam menyongsong Pilpres 2019 ini. Melalui secarik kertas, Ahok menuliskan "terus berjuang untuk Pak Jokowi 2 periode, Salam BTP," tulis Ahok. Surat itu ditujukan untuk GK-JO atau Galang Kemajuan Jokowi. Surat itu beredar di media sosial, Rabu (25/7/2018).

Secarik kertas dukungan Ahok ke sejumlah tokoh politik bukan kali ini dilakukan. Sebelumnya, sejumlah tokoh politik juga mendapat dukungan melalui secarik kertas dari Ahok. Biasanya, tulisan Ahok itu diviralkan oleh para pendukung kandidat yang dimaksud. Tujuannya tentu untuk mendapat dukungan dari para pendukung Ahok.

Pilkada serentak 2018 lalu tak luput juga menjadi ajang Ahok untuk memberi dukungan politik melalui secarik kertas yang ditulis dari Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Seperti dukungan Ahok yang ditujukan Cawagub Puti Guntur Soekarno yang ditulis pada 13 Fenruari 2018 itu namun baru disebar ke publik dua hari menjelang Pilkada.

Dalam surat yang ditulis Ahok itu berisi dukungan Ahok kepada Puti. Ahok di balik penjara menulis "Untuk Mba Puti Guntur Sukarno, selamat atas pencalonanya di Jawa Timur. Saya dukung sukses dan menjadi berkat besar untuk rakyat Jawa Timur khususnya kaum miskin dan yang membutuhkan. Tuhan menyertaimu dan melindungimu," tulis Ahok.

Langkah serupa juga Ahok lakukan dengan mendukung Djarot, bekas tandemnya saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Djarot maju menjadi calon Gubernur Sumatera Utara. Meski tanpa melalui secarik kertas, dukungan Ahok ini disampaikan langsung kepada Djarot saat membesuk bekas atasannya di Balaikota Jakarta itu.

Sayangnya, realitas politik di dua Pilkada yang secara demonstratif mendapat dukungan Ahok rupanya tak banyak membantu dan menolong nasib politik Puti dan Djarot dalam kontestasi politik. Kedua politisi dari PDI Perjuangan ini kalah dalam pertarungan pemilihan langsung. Nasib Djarot dan Puti tak tertolong oleh dukungan Ahok.

Dukungan Ahok ke Jokowi sebenarnya bukanlah hal yang aneh. Kedua orang tersebut pernah tandeman dalam memimpin DKI Jakarta. Jokowi berangkat dari PDI Perjuangan sedangkan Ahok berangkat dari Partai Gerindra. Pertanyaannya, apakah dukungan Ahok mampu mengkatrol dukungan ke Jokowi?

Jika ditilik irisan pendukung Jokowi dan Ahok sejatinya sama saja. Pendukung Jokowi ya pendukung Ahok. Pun sebaliknya, pendukung Ahok ya pendukung Jokowi. Wajar saja, karena memang kedua tokoh ini telah membentuk pendukung militan dengan sebutan yang lazim muncul Jokower dan Ahoker. Entitas pendukung dua tokoh ini banyaknya berwujud relawan independen yang tidak terafiliasi ke partai politik tersebut.

Realitas itu pula yang menjadikan dukungan Ahok ke Jokowi sifatnya hanya forum konsolidasi di internal pendukung Jokowi. Dukungan itu tidak menambah ceruk baru bagi Jokowi dalam pemilu mendatang. Padahal, kebutuhan politik Jokowi saat ini, sebagaimana diakui partai koalisi pendukung Jokowi yakni dukungan dari kelompok Islam.

Di samping itu, realitas sosial politik saat ini di isu ekonomi yang memang belakangan banyak mendapat sorotan publik seperti soal harga telur, harga daging ayam, termasuk persoalan merosotnya nilai tukar rupiah atas dolar AS. Belum lagi soal pertumbuhan ekonomi yang tak beranjak bergerak di kisaran angka 5%. Dalam konteks tersebut, dukungan Ahok sama sekali tidak menyentuh persoalan riil yang kini dihadapi pemerintahan Jokowi yang notabene kandidat petahana.

Artinya, jika persoalan esensial yang kini dihadapi pemerintahan Jokowi tak bisa diatasi dengan baik, bisa saja, nasib politik Jokowi bakal mengulang nasib Puti di Jatim dan Djarot di Sumut. Kekalahan itu tentu bukan lantaran dukungan dari Ahok, tetapi dukungan Ahok itu tak banyak memberi dampak politik di Jatim, Sumut termasuk di Indonesia jika Jokowi tak segera membereskan persoalan krusial di tengah masyarakat. [inc]

Loading...
under construction
loading...