logo

6 Jul 2018

Dukung Jokowi 2 Periode, Anton Tabah Ungkap TGB Disetting dengan Matang

Dukung Jokowi 2 Periode, Anton Tabah Ungkap TGB Disetting dengan Matang


posmetroinfo - Ketua Penanggulangan Penodaan Agama, Anton Tabah Digdoyo, menyesalkan dan kecewa atas sikap TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), Gubernur NTB yang tiba-tiba mendukung Joko Widodo (Jokowi) untuk 2 periode memimpin Indonesia. Padahal TGB termasuk yang dipilih jutaan umat anggota Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk menjadi satu di antara capres atau cawapres yang akan melawan capres petahana di Pilpres 2019.

"Kalau kita cerdas amati maka TGB bukan tiba - tiba dukung Jokowi. Tapi TGB diseting dengan matang. Apalagi TGB memang pendukung Jokowi sejak dulu," kata Anton kepada Harian Terbit, Kamis (5/7/2018).

Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI)  Pusat ini menuturkan, TGB dibesut halus oleh rejim Jokowi dengan pencitraan hafal Al Quran. Hal itu dilakukan  agar rakyat Indonesia simpatik. Apalagi disaat yang  tepat ketika elektabilitas Jokowi terus buruk. Sehingga TGB tiba-tiba mendukung Jokowi untuk memimpin Indonesia  2 periode. TGB dipasang untuk mengatrol Jokowi yang semakin terpuruk.

"Lihat Pilkada serentak 27 Juni yang lalu kubu Jokowi rontok hancur mumur," tegasnya. 

Anton menuturkan, ia sudah mengingatkan tentang TGB sejak 3-4 bulan yang lalu kenapa harus memilih TGB sebagai capres atau cawapres perwakilan umat Islam. Karena jika memilih TGB karena hafidz Al Quran maka Ahmad Heryawan (Aher) Gubernur Jawa Barat juga hafidz Al Quran. Sehingga lebih teruji karena mampu memimpin provinsi terbesar di Indonesia dengan penduduk lebih dari 40 juta jiwa.

"Aher istiqomah dan bukan kutu loncat. Sehingga Aher lebih pas untuk jadi capres atau cawapres," paparnya.

Sementara TGB, sambung Anton, hanya memimpin provinsi kecil dengan jumlah penduduknya sekitar 4 juta jiwa. Bahkan laporan dari berbagai media lebih 50% warga NTB kurang gizi dan konon ada masalah terindikasi korupsi. Kegiatan TGB juga mencurigakan karena selalu diblow up oleh media yang pro rezim. Diduga yang dilakukan TGB merupakan taktik pencitraan guna mendukung Jokowi.

"Ternyata analogi tersebut kini menjadi kenyataan," paparnya.

Anton mempertanyakan dengan TGB yang kabarnya hafal Al Quran tapi malah mendukung dan membela pembela penista Al Quran. Hal tersebut menunjukan bahwa hafal Al Quran belum tentu faham Al Quran. Ingat Snoke Horgronye juga hafal Al Quran. Selain itu pandai agama juga belum tentu faham agama. Oleh karenanya iman taqwa seseorg tergantung bagaimana pemahaman pada Al Quran.

"Karena itu doa yang diajarkan Nabi Muhamad SAW Ya Allah fahamkanlah kami pada agama Mu bukan pintarkan pad agama Mu. Pembela penista Al Quran itu dalam Al Quran hanya dua golongan. Jika tidak kafir ya munafik. Mosok orang seperti itu kita dukung?," tanya Anton yang mantan jenderal polisi.

Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin menegaskan, PA 212 telah mencoret nama TGB dari daftar capres dan cawapres yang rekomendasi PA 212. "Akan kami coret kalau memang dia positif mendukung Jokowi. Karena buat kami itu harga mati untuk tidak mendukung Jokowi," kata Novel Bamukmin.

Sebelumnya PA 212 menetapkan TGB sebagai salah satu capres hasil rakornas. Nama TGB direkomendasikan sebagai capres oleh PA 212 saat rakornas di aula Sarbini, Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (29/5/2018). Nama-nama capres dan cawapres merupakan salah satu hasil dari rakornas tersebut. 

Hasil rakornas tersebut diteken oleh Ketua Panitia KH Bukhori Abdul Shomad dan Sekretaris Rakornas Wahidin. Serta diteken juga oleh Ketua PA 212 Slamet Ma'arif dan Ketua Dewan Penasihat PA 212 Amien Rais.

Berikut ini nama-nama capres-cawapres rekomendasi Rakornas PA 212:

Rekomendasi capres:

1. Habib Rizieq Syihab
2. Prabowo Subianto
3. Tuan Guru Bajang
4. Yusril Ihza Mahendra
5. Zulkifli Hasan

Rekomendasi cawapres:

1. Ahmad Heryawan
2. Hidayat Nur Wahid
3. Yusri Ihza Mahendra
4. Anies Matta
5. Zulkifli Hasan
6. Eggi Sudjana
7. Ustaz Bachtiar Nasir
8. Prabowo Subianto
9. Anies Baswedan. [htc]

Loading...
under construction
loading...