logo

26 Jul 2018

Elite Sibuk Bahas Capres, Rupiah Terpuruk

Elite Sibuk Bahas Capres, Rupiah Terpuruk


posmetroinfo - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin terpuruk. Pada Rabu (25/7/2018) pukul 10.01 WIB, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di Rp 14.515 per dollar AS. Ditengh terpuruknya rupiah, para elite tampak sibuk mengurusi masalah pencapresan ketimbang memikirkan solusi untuk memperkuat rupiah.

Ketua Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni mengatakan,terpuruknya rupiah terhadap dolar menunjukkan pasar sudah tidak nyaman dengan kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi). Apalagi saat ini Jokowi juga sibuk untuk maju lagi sebagai Capres di Pilpres 2019. Pelaku pasar adalah orang-orang pintar semua yang mengetahui bahwa kinerja Jokowi tidak bersahabat dengan pasar.

"Maka wajar pasar menghukum Jokowi dengan melarikan uangnya ke luar negeri," kata Sya'roni kepada Harian Terbit, Rabu (25/7/2018).

Sementara itu Ketua Badan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Girsang mengatakan, dengan sibuknya para elit maju sebagai Capres hingga membuat rupiah makin terpuruk,  maka kedepan publik harus serius menemukan pola penanganan atas tergerusnya rupiah sejak 20 tahun terakhir.

Menurutnya, majunya para elite sebagai capres juga patut dipertanyakan apakah memiliki konsep dalam penanganan rupiah. Karena terpuruknya rupiah berdampak langsung dengan harga-harga semakin tinggi dan melemahnya daya beli masyarakat.

"Jangan terus kita hanya berpikir penanganannya hanya responsif atas keadaan, tapi harus ada strategi fundamental atas nilai mata uang kita. Misalnya bagaimana kita mampu mendapatkan devisa yang tinggi atas barang barang impor. Bukan malam memberlakukan pajak rendah atau zero pajak," jelasnya.

Eki, panggilan akrab Edysa menuturkan, saat ini banyak tokoh yang memikirkan stabilitas rupiah. Namun mereka bukan elite partai. Sehingga mereka tidak memiliki power atas kebijakan. Oleh karena itu dalam waktu dekat ini harus ada satu trobosan yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki situasi ini dengan melibatkan mereka yang paham atas hal keuangan. Pemerintah juga harus berani keluar dari skema keuangan pasar internasional.

"Para ekonom yang patut dilibatkan itu di antaranya Kwik Kian Gie, Rizal Ramli, Ubaydilah dan para akademisi," paparnya.

Mengkhawatirkan

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera justru menyayangkan sikap pemerintah yang seakan acuh terhadap terpuruknya rupiah. Bahkan, kata dia, pemerintah kini nampak lebih sibuk mengurusi masalah pencapresan ketimbang memikirkan penguatan rupiah.

“Kondisi makin mengkhawatirkan, pemerintah malah sibuk copras capres,” kesalnya di akun Twitter @MardaniAliSera, Senin (9/7).

Atas alasan, Mardani mengaku akan mendoakan pemerintah agar bisa fokus dan bersungguh-sungguh dalam memulihkan mata uang rupiah. “Karena ini akan berdampak ke rakyat lewat industri,” tukasnya.

Terpuruk

Sya'roni menuturkan, jika para pelaku pasar nyaman dengan pemerintahannya maka mata uangnya pasti stabil. Tetapi di Indonesia, sejak dipimpin Jokowi, rupiah terus terpuruk. Terpuruknya nilai rupiah terhadap dolar bisa jadi bentuk demonstratif para pelaku pasar agar Indonesia mengganti pemimpinnya. Sehingga kalau tidak direspon terbuka kemungkinan rupiah akan terus terpuruk.

"Saat ini BI sudah menguras cadangan devisanya untuk menahan penurunan rupiah agar tidak meluncur tajam. Tapi kemampuan BI juga ada batasnya. Maka solusi memperkuat rupiah adalah dengan menghadirkan kepemimpinan baru di Indonesia," tegasnya.

Sya'roni menilai, calon pemimpin yang bisa menstabilkan rupiah adalah Prabowo Subianto. Tidak dengan dengan melihat peta terakhir maka dalam Pilpres 2019 kemungkinan besar akan terjadi remacth Prabowo vs Jokowi. Karena antitesa dari Jokowi adalah Prabowo. Apalagi poros ketiga hingga sekarang juga belum jelas siapa yang akan dimunculkan.

"Saat ini Jokowi sudah gagal, buktinya rupiah terus terpuruk. Harapannya sekarang tinggal di Prabowo," tegasnya.

Lebih lanjut Sya'roni mengatakan,Presiden baru diharapkan bisa stabilkan rupiah. Prabowo bisa menggait cawapres yang berlatar belakang ekonomi, agar bisa sesegera mungkin menguatkan rupiah dan mengembalikan kepercayaan pasar. Figur tersebut bisa Rizal Ramli. Menurut Ketua Pemenangan Partai Gerindra Sandiaga Uno,  duet Prabowo-Rizal Ramli akan menjadi duet luar biasa. [htc]

Loading...
under construction
loading...