logo

7 Jul 2018

Kabur dari Pesantren, Sepasang Remaja Berduaan di Kebun

Kabur dari Pesantren, Sepasang Remaja Berduaan di Kebun


posmetroinfo - Keberadaan sepasang remaja yang sedang berduaan di area perkebunan PTPN XII Mumbulsari sempat menghebohkan warga setempat. Hal itu karena lokasi yang digunakan nongkrong tersebut cukup sepi, sehingga memantik kecurigaan warga.

Kapolsek Mumbulsari AKP Heri Supadmo mengatakan, semula warga melihat kedua remaja beda jenis itu tengah berjalan di area perkebunan, Rabu (4/7) malam. Karena curiga, warga lantas melaporkan kejadian itu ke perangkat desa setempat. Keduanya lantas diamankan oleh warga di rumah Ahmad Sutiyono, seorang kepala dusun di Desa Lengkong. 

Menurut mantan Kapolsek Balung ini, kedua remaja yang masih berada di bawah umur itu tak memberontak ketika warga memintanya ikut ke rumah kepala dusun. Meski begitu, remaja yang berinisial R (16) dan DNF (16) ini lebih banyak bungkam ketika ditanya mengenai apa yang mereka perbuat. Bahkan, keduanya terus mengelak, dan hanya menjawab tidak tahu. 

Karena tak kooperatif, kemudian perangkat desa menghubungi Polsek Mumbulsari yang langsung membawa keduanya ke polsek untuk dimintai keterangan. “Sekitar pukul 21.00 WIB, anggota mendapat laporan dari warga tentang adanya dua remaja tersebut,” kata Kapolsek, kemarin.

Di polsek, dua remaja ini juga tetap bungkam. Saat ditanya, mereka terus menjawab tidak tahu. Akibatnya, polisi sempat kesulitan menemukan asal sepasang remaja tersebut, karena tak membawa identitas apa pun. Identitas keduanya baru terkuak, setelah polsek didatangi sejumlah orang yang mengaku sebagai orang tua para remaja ini. “Kedua orang tua anak-anak tersebut mengaku mendapat informasi dari media sosial. Dari sinilah kami dapat mengetahui identitas dan alamat keduanya,” terang Kapolsek. 

Dari keterangan orang tua, keduanya beralamat Sumbersari. Menurut dia, mereka kabur dari sebuah pesantren yang ada di Sumbersari sejak Minggu kemarin (29/6). Namun, dia tidak menyebut alasan keduanya kabur dari lembaga pendidikan agama tersebut. “Keduanya juga mengaku berjalan kaki setelah kabur dari pesantren. Dan tak mengakui apa motif mereka kabur dari pesantren,” terangnya.

Meski sempat membuat heboh, namun keduanya tak diproses secara hukum. Sebab, selain tak ada tindakan kriminal yang diperbuat, mereka juga masih berusia di bawah umur. Walau begitu, Heri mengungkapkan, polisi tetap memberi pembinaan terhadap dua remaja ini, sebelum mereka diserahkan kembali ke orang tua masing-masing. [jawapos]

Loading...
under construction
loading...