logo

27 Jul 2018

Korban Ditiduri Ayah Kandung Melahirkan, Kapolres Langsung ke RS

Korban Ditiduri Ayah Kandung Melahirkan, Kapolres Langsung ke RS


posmetroinfo -  Korban kekerasan seks ayah kandungnya melahirkan di ruang bersalin RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Korban melahirkan bayi perempuan seberat 3,2 kilogram dengan panjang 52 sentimeter melalui persalinan normal, Kamis (26/7/2018).

Mengetahui korban melahirkan, Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan langsung membesok korban. Kapolres datang membesuk sekaligus memberikan bantuan untuk perawatan korban dan anaknya pasca persalinan.

Korban ditiduri ayahnya sendiri, Ali Erfan (40) pada 2017 lalu. Saat itu, Ali Erfan kesepian ditinggal istri bekerja ke luar negeri. Karenanya, Ali Erfan mencabuli anak kandungnya sendiri hingga hamil.

Kejadian ini terjadi sejak Desember 2017 silam di Jorong, Tanah Laut. Ali Erfan yang lama ditinggal istrinya karena bekerja ke Taiwan, tergoda melihat kemolekan anak perempuannya.

Di rumahnya, Ali Erfan tinggal bersama tiga orang anaknya. Anak keduanya dalam keadaan cacat, anak ketiga seorang laki-laki yang ikut bersama ayahnya sebagai tukang bengkel, dan anak bungsu yang menjadi korban nafsunya itu.

Pada suatu malam, saat dia tak mampu membendung lagi nafsunya, Ali Erfan merayu anak bungsunya itu untuk melayani nafsu birahinya.

Ali Erfan mengirimkan SMS kepada korban yang sedang bekerja di warung makan. Ia meminta anak bungsunya itu pulang ke rumah. Saat anaknya datang, Ali Erfan kemudian melakukan perbuatan terkutuk itu. “Saat itu, dia saya iming-imingi handphone,” ucap Ali.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanah Laut Nelly Ariani mengatakan, kejadian ini hampir saja tidak diketahui oleh siapa pun. Perbuatan terkutuk Ali baru diketahui setelah anaknya hamil.

Diduga, Ali Erfan telah mencabuli anaknya berkali-kalin hingga hamil. Melihat perut anaknya mulai membesar, Ali Erfan berusaha menutupi ulahnya dengan melaporkan anaknya ke salah satu mantan guru SD korban.

Ali Erfan pura-pura mencari pacar anaknya yang dia tuduh menghamili anaknya. Guru itu pun curiga. Ia kemudian melaporkan kasus itu ke P3A. Penelusuran atas kasus ini pun dimulai. Tapi ada sesuatu yang janggal. “Saya curiga kok pacar korban tidak diketahui,” ucap Nelly, beberapa waktu lalu, seperti dilansir Prokal.

Dia kemudian mencoba menghubungi ibu dari sang anak itu di Taiwan. Melalui handphone si anak, nomor kontak ibunya akhirnya berhasil dihubungi. Hal yang mengejutkan terjadi. Ibunya ternyata tahu pelaku sebenarnya dari kehamilan anak bungsunya.

Rupanya, anak itu pernah curhat kepada kakak perempuannya di Taiwan. Kakaknya itu kemudian menceritakan kejadian tragis yang menimpa adiknya kepada ibunya. “Dari sini kemudian, saya laporkan kepada kepolisian,” ucap Nelly.

Wakapolres Tanah Laut Kompol Ade Romdani didampingi Kabagops Kompol Fauzan mengatakan AE dengan pasal 81 ayat (1) undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 46 undang undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan rumah tangga. Paling rendah hukuman 5 tahun maksimal 15 tahun.

Anak itu sendiri sekarang berada di rumah perlindungan untuk mendapatkan perawatan kesehatan hingga anaknya lahir. Dia juga dipantau kondisi psikologisnya. “Rumah perlindungan itu bersifat tertutup,” ucap Nelly. [psid]

Loading...
under construction
loading...