logo

9 Jul 2018

Merinding! Sudah Dua Minggu 12 Remaja Terperangkap dalam Gua, Harus Menyelam 5 Km

Merinding! Sudah Dua Minggu 12 Remaja Terperangkap dalam Gua, Harus Menyelam 5 Km


posmetroinfo -  Empat dari 12 anggota tim sepak bola sekolah Thailand telah diselamatkan dari gua di mana mereka terperangkap selama lebih dari dua minggu.

Empat remaja laki-laki itu dikeluarkan pada hari Minggu (8/7/2018) waktu setempat. Saat ini mereka tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Operasi penyelamatan 12 remaja laki-laki yang terperangkap dalam melibatkan tak kurang dari 90 penyelam gabungan dari dalam dan luar negeri.

Para penyelam elit memasuki gua Tham Luang Thailand pada pukul 10 pagi waktu setempat kemarin. Mereka melaksanakan misi penyelamatan berbahaya.

Para penyelam berusaha membawa keluar 12 remaja laki-laki dan asisten pelatih sepak bola yang telah terperangkap di dalam gua sejak 23 Juni.

Para pejabat mengatakan bahwa waktu paling awal melakukan penyelamatan adalah pukul 9 malam. Tetapi media lokal melaporkan bahwa bocah pertama keluar dari dalam gua pada pukul 17.37 dan seorang anak laki-laki kedua keluar pada pukul 5.50 malam.

Anggota keluarga tidak akan diizinkan untuk mengunjungi mereka selama 24 jam pertama. Kunjungan keluarga hanya diperbolehkan setelah pemeriksaan medis mereka selesai dalam 48 jam.

Remaja terperangkap dalam gua dievakuasi.

Dr Thongchai Lertwilairattanapong, inspektur jenderal Kementerian Kesehatan Umum yang bertanggung jawab atas Chiang Rai, mengatakan remaja dan pelatih, yang telah dibebaskan dari gua, dapat dipulangkan dari rumah sakit dalam lima hari.

Tigabelas penyelam internasional dan lima penyelam dari Thailand berpacu dengan waktu untuk mengeluarkan korban yang terperangkap keluar melalui jaringan berbahaya dari lorong sempit dan terendam.

Sebelumnya, lorong sempit dan terendam ini telah merenggut nyawa mantan penyelam Angkatan Laut Thailand, Saman Kunan saat menyelam untuk menyelamatkan 12 remaja dalam gua.

Hujan ringan berubah menjadi hujan lebat kemarin sore. Kondisi itu mengancam membuat operasi penyelamatan nyaris dibatalkan.

Remaja terperangkap dalam gua dibawa ke rumah sakit. 

Para pejabat sebelumnya mengatakan bahwa dibutuhkan setidaknya 11 jam untuk membawa bocah keluar dari jaringan gua yang kompleks. Operasi untuk membebaskan semua remaja lelaki secara aman akan memakan waktu dua hingga tiga hari.

“Durasi waktu sekitar dua hingga tiga hari, tergantung pada faktor-faktor lain seperti cuaca,” ucap Mayor Jenderal Chalongchai Chaiyakorn, seorang komandan tentara kepada wartawan.

Narongsak Osottanakorn, mantan gubernur provinsi yang memimpin upaya penyelamatan, mengatakan kepada wartawan bahwa operasi penyelamatan sudah sangat siap.

“Semuanya sudah siap. Anak-anak sudah siap dan mau keluar. Para dokter dan tenaga medis sudah siap. Orang tua sudah siap,” katanya.

“Penyelam akan bekerja dengan petugas medis di gua untuk memeriksa kesehatan remaja laki-laki sebelum menentukan siapa yang akan keluar lebih dulu,” katanya.

“Mereka tidak dapat memutuskan berapa banyak dari mereka yang akan dibawa keluar pada operasi pertama. Berdasarkan kompleksitas lingkungan gua, tidak diketahui berapa lama waktu yang diperlukan dan berapa banyak anak yang akan keluar dari gua,” katanya.


Dia menambahkan bahwa tim penyelamat telah melakukan latihan pada hari Sabtu.

Para pejabat Thailand dan para ahli dunia berdebat selama berhari-hari tentang cara paling aman untuk mengevakuasi 12 remaja tersebut.

Pihak berwenang akhirnya telah memilih opsi berenang dan menyelam. Sebelum melakukan penyelamatan, tim penyelamat telah melakukan latihan dengan melibatkan anak-anak. Mereka latihan berenang di lorong-lorong sempit, berlumpur dan terendam di dalam gua.

“Setiap rencana harus praktis. Kami memilih opsi terbaik dan melatihnya. Setelah kami yakin, kami memulai,” ucap Mayor Jenderal Chalongchai, seperti dilansir thestar.com, Senin (9/7/2018).

Alternatif penyelamatan termasuk menyediakan makanan dan mengebor gunung ke dalam gua agar persediaan oksigen tetap terjaga sehingga anak-anak di dalam gua tetap hidup selama berbulan-bulan sampai musim angin muson Thailand berakhir.

Namun alternatif lain, termasuk pengeboran gunung, terbukti tidak berhasil, kata para pejabat kemarin.

Anak-anak lelaki, yang bukan perenang, diberi kursus kilat oleh tentang cara berenang dan menyelam di bawah tanah.

Petugas penyelamat mengatakan kemarin adalah hari terbaik untuk melakukan penyelamatan dengan cara menyelam sejauh 5 km. Sebab ketinggian air di banyak area di dalam gua saat ini berada pada titik terendah dalam 10 hari terakhir, sehingga sebagian besar rute keluar dapat dilalui.

Lorong-lorong tersempit mengharuskan para penyelam melepas peralatan selam mereka agar bisa melewatinya.

“Tempat krisis terbesar untuk menyelam adalah di sebelah kiri dari T-Junction,” kata Narongsak dalam briefing pada 2 Juli, mengacu pada lorong kecil di dekat T-Junction, atau Sam Yak di Thailand.

“Ada terowongan yang memiliki lorong naik dan turun secara sempit dan Anda harus berbelok sedikit. Itu sangat kecil,” katanya.


Namun setelah itu, terowongan melebar, air surut dan perjalanan bisa dilakukan, menurut pemerintah Thailand.

Sisa perjalanan sejauh 5 km diperkirakan relatif aman, demikian laporan AFP.

Sebuah sumber mengatakan kepada Bangkok Post bahwa tim sepak bola ini telah dibagi menjadi empat kelompok untuk ekstraksi.

Kelompok pertama beranggotakan empat orang, sementara yang kedua, ketiga dan keempat masing-masing memiliki tiga orang. Setiap anak laki-laki akan dikawal oleh dua penyelam, yang akan membantu bocah itu membawa pasokan oksigennya.

12 remaja laki-laki itu harus berjalan kaki, mengarungi air, memanjat, dan menyelam dalam jarak pandang rendah di sepanjang tali pemandu yang sudah disiapkan oleh penyelamat.

Anak-anak itu diberi masker menyelam wajah, yang lebih mudah bagi penyelam pemula dibandingkan dengan respirator tradisional.

Tim medis juga siap untuk mengobati kelompok ketika mereka keluar dari gua.


[psid]

Loading...
under construction
loading...