logo

28 Jul 2018

"Pilpres 2019 Pertarungan PDIP vs Umat"

"Pilpres 2019 Pertarungan PDIP vs Umat"


posmetroinfo - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Ma`arif mengatakan, tidak terjadi juga Pemilu 2019 pertarungan antara PDIP dan umat Islam. Karena yang terjadi dalam pemilu mendatang adalah pertarungan antara poros Beijing vs poros Mekkah.

Poros Mekkah didukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Sementara poros Beijing didukung oleh para taipan. Oleh karena dalam Pemilu 2019 tidak ada pertarungan antara PDIP vs Umat Islam. "Pemilu 2019 bukan pertarungan antara PDIP dan umat Islam," paparnya.

Namun hal berbeda dikatakan Humas PA 212 Habib Novel Bamukmin. Menurutnya benar Pilpres 2019 adalah pertarungan antara PDIP dan umat Islam. “Kebijakan partai ini dinilai tidak sejalan dengan sebagian umat Islam,” ujar Novel.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin menilai, Pemilu 2019 tidak seekstrim dengan isu pertarungan antara PDIP dan umat Islam. Alasannya, PDIP tidak bisa dibandingkan dengan umat Islam yang merupakan agama mayoritas penduduk Indonesia. Sehingga PDIP lebih cocok jika dibandingkan dengan partai yang berhaluan Islam. Oleh karenanya Ujang menanggapi isu pertarungan PDIP vs umat Islam di Pemilu 2019 dengan senyuman.

"Saya kira tidak seekstrim itu (pertarungan PDIP vs umat Islam di Pemilu 2019)," paparnya kepada Harian Terbit, Jumat (27/7/2018).

Ujang menuturkan, dalam Pemilu 2019 nanti, belum tentu juga umat Islam tidak akan memilih PDIP. Karena pilihan umat Islam akan tersebar dan terafiliasi ke banyak partai sehingga tidak terafiliasi ke partai islam tertentu.

Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) menilai, dihembuskan isu pertarungan PDIP vs umat Islam di Pemilu 2019 jelas terkait poltik. Karena bisa jadi banyak kebijakan PDIP yang tidak sejalan dengan sebagian umat Islam.

Ngawur

Pengamat politik dari Point' Indonesia (PI) Karel Susetyo menilai isu Pemilu 2019 menjadi pertarungan antara PDIP dan umat Islam merupakan sesuatu yang ngawur dan tidak jelas. Alasannya, koalisi parpol yang dibangun Jokowi juga ada parpol yang berazaskan Islam seperti PKB dan PPP. Karel pun menyebut, isu tersebut sangat aneh jika disebarkan.

"Ya gak ada lah isu itu. Aneh isunya," paparnya.

Karel meminta agar isu yang berkaitan dengan SARA untuk tidak didengar dan dihembuskan untuk disebarkan luaskan. Karena saat ini persatuan rakyat Indonesia yang beragam agama, suku, ras antar golongan telah diadu domba agar terpecah belah. "Gak usah di dengar isu itu. Capek kita kalau diadu domba dengan memakai SARA," paparnya.

Dibantah

Sebelumnya Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tidak pernah mengeluarkan pernyataan atau informasi murahan 'PDIP tidak butuh lagi suara umat Islam'.

Tegas Hasto, informasi yang tersebar di portal media 'abal-abal' termasuk di media sosial 'PDIP tidak butuh lagi suara umat Islam' adalah hoax dan fitnah.

"PDIP sendiri lebih dari 85 persen pendukungnya basis muslim. Islam yang membangun peradaban, Islam yang meneladani tokoh-tokoh pergerakan juga. Dimana PDIP betul-betul membumikan itu," ujar Hasto belum lama ini di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. [harianterbit]

Loading...
under construction
loading...