logo

14 Jul 2018

PLN Rugi Rp6 Triliun Apa Tarif Listrik Bakal Naik Lagi?

PLN Rugi Rp6 Triliun Apa Tarif Listrik Bakal Naik Lagi?


posmetroinfo - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) selama awal tahun hingga Juni 2018 mengalami kerugian sebesar Rp6 Triliun. Kerugian ini terjadi akibat adanya pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika. Tarif listrik bakal naik lagi?

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir menjelaskan selain pelemahan rupiah, kerugian PLN juga dikarenakan adanya kenaikan harga BBM dan inflasi.

"Ada kenaikan biaya Rp 1,3 triliun setiap kenaikan Rp 100 rupiah (penguatan dolar AS) jadi tambahan biaya biaya PLN. Kami estimasi rugi Rp 6 triliun," ujar Sofyan di Gedung DPR, Rabu (11/7/2018).

Menanggapi kerugian PLN ini, pengamat ekonomi dari Direktrur Eksekutif Indonesia Club mengatakan,  Gigih Guntoro mengatakan, dipastikan dengan kerugian PLN hingga Rp6 triliun maka tarif listrik akan naik. Saat ini PLN rugi hingga triliunan rupiah karena digunakan untuk menopang image Jokowi agar selalu positif. Padahal jika kerugian yang dialami PLN berlangsung lama maka perusahaan negara tersebut akan berdarah-darah. Sehingga satu cara untuk mengatasinya adalah menaikan tarif.

"Soal berapa besaran kenaikan tarif saya gak bisa sebutkan karena pasti ada hitung-hitungannya di PLN," ungkapnya.

Terkait DPR diam atas kenaikan tarif listrik nanti, Gigih menilai, karena fungsi DPR sebagai pengawas pemerintah tak bisa melakukan apa-apa. Apalagi saat ini DPR juga sedang fokus untuk pencalegan kembali. Diamnya DPR juga sama seperti saat ini terkait acuan APBN untuk migas dipatok 47 dollar per barrel, sementara saat ini harga migas sudah 70 dollar perbarrel. Oleh karena itu harusnya pemerintahan merevisi APBN Perubahan.

Sementara itu pengamat energi dari Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan, hanya ada pilihan tarif disesuai naik jika PLN rugi Rp6 triliun. Karena harga energi naik sehingga ada pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika. Namun karena bersamaan masuk tahun politik yang beresiko besar bagi elektabilitas Jokowi maka bisa jadi PLN dipaksa merugi terus sampai habis Pilpres April 2019.

"Untuk menjaga elektabilitas bisa jadi selama Jokowi jadi presiden maka tarif PLN tidak akan naik. Tetapi hal itu akan membuat PLN hancur. Karena itu merupakan subsidi tersebung dan tidak sehat bagi pertumbuhan PLN," jelasnya.

Yusri menilai, PLN selalu merugi karena banyak faktor. Pertama bisa jadi karena kinerja PLN selama ini tidak efisien. Kedua, beban kerja PLN juga overload akibat salah perencanaan dan harga energi yang naik tetapi PLN tidak boleh menyesuaikan harga jual. Itulah beberapa faktor yang membuat PLN selalu merugi. 

Tidak Naik

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara juga mengatakan, di tahun politik ini kerugian PLN yang mencapai Rp6 triliun mungkin tidak dibarengi dengan kenaikan tarif listrik. Namun jika tarif tidak dinaikkan maka PLN akan mengalami bleeding sehingga kerugiannya akan semakin besar. Satu diantara cara agar PLN bisa menutup kerugiannya adalah dengan menambah subsidi di APBN.  [htc]

Loading...
under construction
loading...