logo

6 Jul 2018

"TGB Kutu Loncat"

"TGB Kutu Loncat"


posmetroinfo -  Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH Zainul Majdi atau yang kerap dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) bikin langkah mengejutkan. Dulu, di Pilpres 2014, TGB membela Prabowo Subianto. Kini dia berbalik mendukung Jokowi. Di jagad Twitter ada yang menyebut TGB sebagai kutu loncat.

TGB yang juga menjabat Ketua DPD Demokrat NTB ini menyatakan dukungannya saat berkunjung ke redaksi Transmedia. "Keputusan apa pun itu harus mempertimbangkan kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat. Keseluruhan dari 3 hal ini menurut saya, pantas dan fair kalau kita beri kesempatan kepada Bapak Presiden Jokowi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang selama 4 tahun ini beliau mulai," kata TGB. 

TGB memberi contoh percepatan pembangunan di NTB, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Dia khawatir pembangunan mandek ketika ada pergantian kepemimpinan nasional. 

"Dua periode secara common sense dan empirik yang saya alami, waktu yang lumayan fair bagi seorang pemimpin. Beliau (Jokowi) layak dan pantas diberi kesempatan dua periode," tandasnya. 

Pernyataan dukungan TGB ini mengagetkan banyak pihak. Seperti diketahui, TGB memang jadi sosok yang disebut-sebut oleh kalangan oposisi sebagai tokoh yang dapat menandingi Jokowi. Terutama oleh aktivis dan ulama-ulama kelompok 212. 

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai, sikap TGB ini akan dicatat umat. "Di politik semua bisa terjadi, jadi tidak mengagetkan. Tapi umat akan mencatat dengan baik," ujar Mardani. 

Ditegaskannya, sikap TGB itu sah dalam iklim demokrasi. PKS mengklaim merasa tak terusik dengan dukungan TGB kepada Jokowi. Mardani justru semakin yakin gerakan yang dibesutnya, #2019GantiPresiden akan terus menguat. "Gerakan #2019GantiPresiden akan terus menguat walau TGB mendukung Jokowi," tegasnya. 

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade juga kaget. Apalagi kelompok yang dulu bersama TGB tidak mendukung Jokowi. Seperti Ustad Abdul Somad. "Terus terang, ini agak mengagetkan kenapa Pak TGB tiba-tiba ada di kubu Pak Jokowi. Apalagi kelompok ulama, kan pihak yang sejalan dengan Pak TGB tidak berpihak kepada Pak Jokowi, kan. Kita tahu Pak TGB dekat dengan Ustaz Abdul Somad. Ustaz Abdul Somad kan mendukung Asyik dan Eramas," terangnya. 

Asyik yang dimaksud adalah pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Sementara Eramas adalah pemenang Pilgub Sumut 2018 versi hitung cepat, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah. 

Meski pernah mendukung Prabowo pada 2014 lalu, Andre menghormati pilihan TGB. "Kita menghormati, kita menghargai." 

Sementara, Demokrat menegaskan dukungan TGB adalah pribadi. Sebab, partai besutan SBY ini belum mengeluarkan keputusan resmi soal dukungan di Pilpres 2019. "Karena kalau pendapat dari partai tentunya yang menyampaikan dari DPP," tegas Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin. 

Yang paling gembira tentu PDI Perjuangan. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengapresiasi sikap TGB. "Kita sambut gembira dan apresiasi. Dukungan yang tulus dan serius merupakan modalitas politik yang penting. Dukungan tersebut diberikan karena ada bukti-bukti yang meyakinkan tentang kerja dan kinerja (Jokowi)," sebut Hendrawan. 

Menanggapi TGB yang pindah haluan, di media sosial Twitter, banyak yang mencap TGB sebagai kutu loncat. "Sudah kuduga dari awal TGB kutu loncat dan gila jabatan," cuit @ umiaisha senada dengan @Apayaapadeh1. "Ya bisa saja jadi. Khan TGB juga dah lama jadi kutu loncat pindah-pindah partai."

Akun @arifyuspiana meledek pihak yang sudah mendewa-dewakan TGB. "Yang sudah deklarasi dan mati-matian dukung TGB selamat menikmati ya. Orang dah tau kutu loncat dari dulu juga, dari PBB ke Demokrat demi kekuasaan." 

Tweeps @DatuakPanduko sinis kepada TGB. "Belum kuat Iman TG, tergelincir dalam kubangan Istana Cebong. Kartosoewirjo sampai akan dieksekusi mati masih melawan. Jenderal Soedirman sakit-sakitan masih melawan." 

Sementara tweeps @iStephJones heran dengan para pendukung TGB yang dulu memuji, sekarang tiba-tiba mencak-mencak. "Yang dukung Jokowi, kalau ulama jadi bukan ulama. Kalau dukung ganti presiden yang gak pernah belajar agama tiba-tiba bisa jadi ustadz. Lucunya negeriku," kicaunya disamber @imanlagi. "TGB Zainul Majdi yang hafal quran 30 juz mulai terindikasi mendukung Jokowi. Apakah ulama penghafal 30 juz ini akan dibilang kafir penista agama dan antek dajjal juga?" ledeknya. 

Akun @Dennysiregar7 semakin menjadi-jadi. "Bapak TGB, saya harap bapak meralat dukungan kepada @ jokowi supaya 2 periode. Bapak tidak tahu perasaan orang yang kemaren mendukung bapak supaya ganti Presiden 2019? Sakit, bapak. Sakittt." 

Sedang @RiyadiAtmojo memuji TGB. "Ummat akan mencatat kembalinya TGB ke jalan yang benar. Aamiin YRA." 

Sementara itu, akun selebtwit @ PartaiSocmed menilai TGB pindah haluan karena di Demokrat tidak terbuka. "Mengapa TGB yang orang Demokrat bisa mendukung Jokowi? Sebab di Demokrat saluran demokrasi sudah tertutup. Semua hanya untuk AHY. Sesederhana itu," kicaunya disambut analisa @hendrogyver. "Hati-hati TGB mendukung Jokowi juga ada maunya ingin jadi wakil presiden. Demokrat mau main politik dua kaki." [rmol]

Loading...
under construction
loading...